Definisi atau Pengertian Hipotermia, Penyebab dan Penanganan Pertama Untuk Mengatasi Hipotermia

Berikut ini adalah pembahasan tentang hipotermia yang meliputi pengertian Hypothermia, pertolongan pertama pada korban Hypothermia, penanganan hipotermia, pengertian hipotermia, hipotermi pada bayi baru lahir, arti hipotermia, mengatasi hipotermia, penyebab hipotermi,, penanganan hipotermi pada bayi atau hipotermia pada bayi baru lahir.

Pengertian Hipotermia

Apakah yang dimaksud dengan hipotermia?

Hipotermia adalah suatu kondisi di mana mekanisme tubuh untuk pengaturan suhu kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin. Hipotermia juga dapat didefinisikan sebagai suhu bagian dalam tubuh di bawah 35 °C.

Penyebab Hipotermia

Penyebab utama hipotermia adalah pajanan udara dingin. Misalnya karena tidak mengenakan pakaian yang tepat saat mendaki gunung, berada terlalu lama di tempat dingin, jatuh ke kolam berisi air yang dingin, mengenakan pakaian yang basah, atau suhu pendingin ruangan yang terlalu rendah (khususnya bagi manula dan bayi).

Gejala Hipotermia

Gejala-gejala hipotermia umumnya berkembang secara perlahan-lahan sehingga sering tidak disadari oleh pengidapnya. Orang yang mengalami hipotermia ringan akan menunjukkan gejala menggigil yang disertai rasa lelah, pusing, lapar, mual, kulit yang dingin atau pucat, dan napas yang cepat.

Pengidap serangan hipotermia tingkat menengah akan mengalami gejala-gejala yang meliputi:
• Mengantuk atau lemas.
• Bicara tidak jelas atau bergumam.
• Linglung dan bingung.
• Kehilangan akal sehat, misalnya membuka pakaian walaupun sedang kedinginan.
• Kesulitan bergerak dan koordinasi tubuh yang menurun.
• Napas yang pelan dan pendek.

Jika tidak segera ditangani, suhu tubuh akan makin menurun dan menyebabkan gejala-gejala berikut ini:
• Kesadaran yang terus menurun hingga pingsan.
• Pupil mata yang melebar.
• Napas yang pendek atau sama sekali tidak bernapas.
• Denyut nadi yang lemah, tidak teratur, atau bahkan sama sekali tidak ada denyut nadi.

Definisi atau Pengertian Hipotermia, Penyebab dan Penanganan Pertama Untuk Mengatasi Hipotermia
Gambar: Korban Hipotermia

 

Langkah Pengobatan Hipotermia

Secara Umum Hipotermia dapat diatasi dengan mencegah proses pelepasan panas tubuh dan menghangatkan tubuh pengidap secara perlahan-lahan.

Sebelum pengidap hipotermia menerima penanganan dari petugas medis profesional, ada beberapa langkah pertolongan darurat yang dapat Anda lakukan untuk membantu. Di antaranya:

• Memantau pernapasan pengidap. Segera berikan napas buatan jika pengidap berhenti bernapas.

• Perlakukan pengidap dengan hati-hati. Gerakan yang kasar atau berlebihan dapat memicu serangan jantung. Menggosok tangan atau kaki pengidap juga sebaiknya dihindari.

• Pindahkan pengidap ke dalam ruangan atau tempat yang hangat jika memungkinkan. Tetapi jangan langsung memandikan pengidap dengan air hangat.

• Lepaskan pakaian pengidap jika basah dan ganti dengan yang kering.

• Tutupi tubuh pengidap (terutama bagian perut dan kepala) dengan selimut atau pakaian agar hangat.

• Jika Anda berada di luar ruangan atau di alam terbuka, lapisi tanah dengan selimut sebelum membaringkan pengidap.

• Berbagi panas tubuh dengan pengidap, misalnya dengan memeluknya secara hati-hati. Kontak langsung dari kulit ke kulit akan lebih efektif.

• Berikan minuman hangat jika pengidap masih sadar dan bisa menelan. Tetapi jangan memberi minuman yang mengandung alkohol atau kafein.

• Gunakan handuk kering yang dihangatkan atau botol berisi air hangat untuk mengompres pengidap. Kompres ini sebaiknya diletakkan di leher, dada, atau selangkangan. Jangan meletakkannya di bagian kaki atau tangan karena dapat mendorong darah yang dingin untuk mengalir ke jantung, paru-paru, dan otak.

Demikian pembahasan tentang hipotermia yang meliputi pengertian Hypothermia, pertolongan pertama pada korban Hypothermia, penanganan hipotermia, pengertian hipotermia, hipotermi pada bayi baru lahir, arti hipotermia, mengatasi hipotermia, penyebab hipotermi,, penanganan hipotermi pada bayi atau hipotermia pada bayi baru lahir. (Sumber: Alodokter.com dan sumber lain dengan editing)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*