Medan Tidak Sesuai dengan Peta

Pengertian medan tidak sesuai dengan Peta. Jika berada di lapangan dan peta yang di bawa (sepertinya) tidak sesuai dengan keadaan medan dan atau terlalu sulit untuk menemukan tanda-tanda medannya, jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan bahwa petanya salah, petanya tidak akurat atau petanya sudah kadaluarsa.

Banyak sungai-sungai kecil yang tidak tergambar di peta karena sungai tersebut kering ketika musim kemarau, ada perubahan bentuk punggungan karena adanya longsoran atau letusan gunung berapi, ada kampung yang  sudah berubah,  jalan setapak yang hilang dan yang baru dan banyak perubahan-perubahan lainnya yang terjadi yang prosentasenya sangat kecil sekali jika dibandingkan dengan luas selembar peta yang dibawa.

Bila menemukan ketidaksesuaian antara peta yang dibawa dengan kondisi lapangan yang ada, baca kembali peta dengan lebih teliti. Cari tanda-tanda medan yang mudah dikenali, jangan terpaku hanya pada satu gejala yang tidak ada di peta sehingga hal-hal lain yang dapat dianalisa akan terlupakan.

Medan Tidak Sesuai dengan Peta
Gambar: Medan Tidak Sesuai dengan Peta

Kalau terlalu banyak ketidaksesuaian antara peta dengan tanda medan yang yang ada, kemungkinan besar salah dalam mengikuti punggungan pada titik awal pemberangkatan pada saat resection atau karena lemahnya pemahaman terhadap pembacaan peta dan orientasi medan (hal-hal yang sifatnya human error).

Peta Topografi  skala  1 :  25.000  atau  1 :  50.000 pada penggunaan untuk kegiatan alam terbuka umumnya cukup teliti.

Dalam bernavigasi peranan peta topografi sangat dominan disamping kompas dan lainnya dimana peta menunjukkan posisi dua dimensi dalam penggambaran bentuk bumi.

Dalam prakteknya pada kasus-kasus tertentu dalam penggunaan peta bagi pemula sering membingungkan dalam menyamakan bentuk dan tanda-tanda medan yang terdapat di lapangan dengan yang tergambar di peta.

Sebab-sebab Medan tidak sesuai dengan Peta

Beberapa hal yang menyebabkan hal ini bisa terjadi diantaranya adalah kurang teliti dalam membaca dan interpretasi peta, kurang jeli dalam mengamati medan sekitarnya, adanya perubahan akibat pengaruh alam atau salah dalam bembawa lembar peta untuk wilayah kegiatan.

1. Kurang Teliti dalam Membaca Peta

Kemampuan membaca peta dari penggambaran bentuk-bentuk kontur membutuhkan ketelitian dan kemampuan dalam membayangkan bentuk medan sebenarnya.

Memahami karakteristik dari bentuk-bentuk kontur sangat dibutuhkan dalam pembacaan peta topografi. Salah dalam menafsirkan bentuk-bentuk penggambaran kontur akan berakibat salah juga dalam membayangkan medan sebenarnya di lapangan

2. Kurang Jeli dalam Mengamati Medan Sekitar

Kejelian dalam menilai berbagai bentuk penampakan medan sangat dituntut ketika berada di lapangan, khususnya pada medan yang terdapat banyak punggungan besar yang kelihatan berjajar dan berhimpitan dari posisi kita atau pada punggungan-punggungan panjang tersebut terdapat banyak puncakan-puncakan kecil yang membutuhkan ketelitian untuk menyamakannya di peta.

Kesalahan dalam menilai tanda dan bentuk medan yang terdapat di sekitar tempat berada akan menghasilkan penilaian yang salah tentang peta.

3. Adanya perubahan akibat pengaruh alam

Terkadang pada titik-titik tertentu dari bentukan medan terjadi perubahan akibat adanya pengaruh alam atau hasil perbuatan manusia, misalnya longsoran, gunung meletus atau perataan puncak bukit.

Faktor perubahan bentuk medan bukanlah menjadi sebuah alasan untuk menyalahkan peta yang dibawa karena perubahan yang terjadi prosentasenya sangat kecil jika dibandingkan dengan bentang alam yang ada, apalagi pada daerah-daerah pinggiran yang jauh dari peradaban manusia.

Kecuali pada daerah-daerah khusus seperti daerah yang berada pada kawasan letusan gunung berapi yang meletus setelah peta topografi yang digunakan dibuat.

4. Salah peta

Faktor kesalahan ini mungkin saja bisa terjadi jika pengguna peta tidak memahami sistem pemberian judul peta atau sistem penomorannya yang baku dari peta yang digunakan.

Tiap jenis peta dari pembuat yang berbeda memiliki sistem penomoran lembar petanya masing-masing yang mungkin akan berbeda dengan sistem yang digunakan oleh pembuat peta lainnya.

Misalnya antara sistem penomoran lembar peta RBI Bakosurtanal berbeda dengan sistem penomoran peta Jawa dan Madura yang dibuat oleh US AMS, dan juga sangat berbeda dengan sistem penomoran peta yang dibuat oleh Jantop TNI AD.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*