Pengertian Intersection dan Langkah-langkahnya

Pengertian Intersection. Intersection merupakan suatu teknik dalam menentukan posisi sesuatu (benda, tempat lain, kebakaran, pesawat jatuh dan lainnya) pada peta topografi dengan menggunakan dua tempat  yang sudah diketahui koordinatnya di peta maupun di lapangan.

Pelaksanaan dari teknik intersection ini membutuhkan dua tempat yang berbeda yang masing-masing telah diketahui dengan pasti titik koordinatnya di peta untuk si pengamat (pembidik sasaran). Si pengamat harus berpindah tempat dari satu tempat ke tempat lainnya pada posisi sudut ideal antara 300 sampai 900.

Jika pada salah satu tampat atau keduanya belum diketahui posisi koordinatnya, maka langka pertama yang harus dilakukan adalah melakukan teknik resection. Untuk mempermudah dalam melakukan teknik intersection untuk menentukan posisi koordinat sesuatu, si pengamat jika memungkinkan mencari titik-titik yang mudah dicari dari beberapa tanda-tanda medan, seperti puncakan bukit, saddle, pertemuan dua sungai, pertigaan jalan, jembatan dan lainnya.

Langkah-langkah Intersection

Berikut ini merupakan tahapan yang harus dilakukan ketika akan melakukan teknik intersection, yaitu:

Pengertian Intersection dan Langkah-langkahnya
Gambar: Intersection

a. Orientasikan peta dengan benar dan pastikan kedudukan posisi koordinat pengamat di peta, beri tanda, misalnya titik A. Jika posisi belum diketahui lakukan resection terlebih dahulu.

b. Bidik sasaran dengan kompas, misalnya pesawat jatuh dan menimbulkan asap. Catat nilai azimuthnya, misalnya sudut kompas yang didapat 3200

c. Pindahkan dan tarik sudut kompas (nilai azimuth tanpa dirubah ke back azimuth) yang telah didapat dari titik A ke peta dengan menjadikan pusat simetris protractor berhimpitan dengan titik A (posisi pengamat). Plotting  peta pertama telah didapat.

d. Bergerak ke posisi lain (titik B) dan pastikan posisi koordinat tempat tersebut di peta, lakukan kembali langkah  b  dan  c.

Dari hasil bidikan kompas pada titik B ke arah sasaran didapat sudut kompas  430. Plotting peta kedua telah didapat.

e. Perpotongan dua garis plotting peta yang dibuat pada peta adalah lokasi koordinat sasaran yang dicari.

f. Tentukan koordinatnya dengan menggunakan koordinat geografis (cara mekasis atau matematis), dan atau koordinat UTM (menggunakan sistem 6 angka, 8 angka, 10 angka atau lengkap 14 angka).

g. Sebutkan atau tulis koordinatnya dengan standar penulisan koordinat peta yaitu menyebutkan judul, lembar peta dan titik koordinatnya

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*