Perbedaan Pengertian antara Azimuth dan Bearing

Azimuth dan Bearing pada banyak literatur diartikan dengan definisi yang sama untuk penggunaan yang sama juga, yaitu sudut arah yang dibentuk dari garis utara ke suatu titik sasaran, namun pada beberapa literatur lainnya membedakan istilah dan perhitungan antar azimuth dan bearing dalam satuan derajat.

a. Pengertian Azimuth

Azimuth merupakan sudut horizontal yang diukur searah jarum jam dari suatu garis dasar utara dalam sebuah lingkaran dengan nilai sudut dari 1o sampai 360o atau 1 sampai 6400 mil (lihat protractor atau nilai lempeng kompas), utara yang dimaksud bisa saja Utara Sebenarnya, Utara Magnetis ataupun Utara Grid/Peta. 

Dalam penggunaan lingkaran azimuth, pusat dari lingkaran merupakan titik asal dari azimuth yang disebut pusat lingkaran imajiner.

b. Pengertian Bearing

Bearing merupakan sudut yang diukur ke Barat (west, W) atau ke Timur (east, E) dari suatu garis referensi Utara (north, N) atau Selatan (south, S). Nilai bearing tidak dapat melebihi nilai sudut 90o atau melebihi nilai seperempat lingkaran. Tiap seperempat lingkaran dari nilai bearing disebut quadrant.

Cara menghitung sudut bearing

Untuk menyatakan suatu nilai bearing diperlukan keterangan sebagai berikut:

  • Asal dari garis referensi diukur (North atau South)
  • Besarnya nilai sudut
  • Arah quadrant dimana sudut diukur (West atau East)

 

Contoh Penghitungan sudut bearing

 

  • N 350 W
  • N 430 E
  • S 150 W
  • S 300 E

N 350 W, artinya dari arah N (north -utara-) 350 ke arah W (west -barat-).

Perbedaan Pengertian antara Azimuth dan Bearing
Gambar: Perbandingan sudut azimut dan bearing

Di kalangan penggiat alam terbuka di Indonesia standar penggunaan sudut azimuth dan bearing lebih umum dianggap sama, namun dalam memperkaya wawasan tidak ada salahnya sekali-kali menggunakan penyebutan sudut kompas dan sudut grid dengan istilah bearing yang menggunakan empat quadrant empat arah mata angin.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*