SM ENTERTAINMENT AKAN AMBIL TINDAKAN HUKUM TERKAIT VIDEO TAO EXO

Perseteruan antara SM Entertainment dan mantan personel boyband EXO yaitu Tao semakin memanas. Pihak label bahkan sudah melayangkan tuntutan terhadap Tao yang melakukan aktivitas ilegal dengan merilis album solo di Cina. Pihak SM Entertainment bahkan mengeluarkan sebuah pernyataan yang menyatakan bahwa Tao telah melanggar kontrak dan melakukan aktivitas ilegal. Hal ini sama dengan penyataan SM Entertainment yang ditujukan untuk Kris dan Luhan.


Tao EXO sepertinya sudah jenuh menjadi target bully-an para netizen. Sering dicap sebagai pengkhianat, member asal Cina ini pun membongkar sikap buruk agensinya SM Entertainment yang dinilai sudah keterlaluan.

Pihak SM Entertainment menyatakan bahwa Tao melanggar kontrak karena menjalin kerjasama dengan perusahaan lain. Bahkan pihak SM Entertainment mempermasalahkan perginya Tao tanpa ijin dari agensi.

Berikut adalah perntayaan resmi dari SM Entertainmetn selaku agensi yang menaungi Tao.

“Tao telah menjalin kerjasama dengan perusahaan lain pada bulan April 2015 dan mulai melakukan aktivitas seperti melakukan promo album dan meninggalkan agensi tanpa ijin. Tao juga menggunakan kepopuleran yang didapatnya ketika masih bersama EXO untuk tampil dalam sebuah iklan pada 24 Agustus 2015. Dia juga menghadapi tuntutan dengan pengadilan di Seoul. Sebelum pihak pengadilan memberikan keputusan terakhir, Tao masih terikat kontrak dengan SM Entertainment. Maka dari itu, untuk menghormati kontrak tersebut, Tao tak seharusnya melakukan aktivitas ilegal di Cina tanpa ijin dari agensi.”

Selama ini di media sosial banyak pihak yang memandang Tao sebagai orang yang bersalah. Namun lewat perwakilannya, Tao membeberkan betapa buruk perlakuan yang ia terima ketika masih menyandang status sebagai member EXO.

“SM menunda-nunda perawatan cedera yang dialami Tao saat menjalani aktivitasnya sebagai selebriti. Mereka juga seperti mengabaikan prosedur keselamatan. SM juga punya banyak masalah, mereka selalu mendiskriminasi antara artis China dan Korea,” ungkap perwakilan Tao seperti dikutip Soompi (24/9).

Akibat perawatan yang tertunda, Tao pun beberapa kali mengalami depresi. “Karena hal ini, Tao menderita secara mental dan fisik. Tao sudah beberapa kali berusaha bertahan di SM dan mencoba menyelesaikan masalah ini baik-baik. Namun SM sama sekali tidak menunjukkan itikad baik,” tambahnya.

Seperti yang diketahui, beberapa waktu lalu SM Entertainment melayangkan gugatan kepada Tao tak lama setelah ia merilis karya solo. Tuntutan yang dialamatkan ke pengadilan Cina dianggap Tao dan timnya terlalu berlebihan, karena sebenarnya masalah bisa diselesaikan di Korea.

 

 

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*